TITIPAN ANAK

Standard

Oleh Nana Fadjar

Kalau kita dititipkan suatu barang oleh seseorang tentu akan kita jaga dan pasti akan kita serahkan bila pemiliknya akan mengambilnya karena memang barang tersebut bukan milik kita. Namun titipan yang satu ini sulit sekali bagi kita untuk mengembalikannya bila saatnya sang pemilik memintanya kembali. Yap, anak adalah titipan Allah bagi kita, orang tua yang melahirkannya. Kita dititipkan anak untuk dirawat dan dididik sebaik mungkin.

Ketika Allah menitipkan lagi seorang bayi padaku, 7 tahun silam, 14 desember 2002, merupakan suatu kebahagian bagi kami orang tuanya. Begitu pula kedua kakaknya turut merasakan kebahagiaan atas lahirnya adik mereka. Kehadirannya menambah suasana rumah lebih ramai. Mereka saling berebut menggendong, mengajak bermain, memandanginya ketika tidur dan merawatnya kala sakit.

Hingga suatu hari, 11 Oktober 2003, Allah berkehendak lain, dalam usianya yg masih balita, Dia mengambilnya kembali ke pangkuanNya. Bagai petir di siang bolong, saat itu harus kupahami betul, bahwa benar anak adalah titipanNya bagi orang tua yang melahirkannya. Kapanpun Allah akan mengambilnya tidak ada yang bisa menghalangiNya. Kesadaran akan hal itu membuatku harus rela melepas kepergian milikNya. Itu sebabnya tidak ada isak tangis yang berkepanjangan.

Berusaha tabah dan sabar memang sulit namun harus bila yakin bahwa semua atas kehendak Allah, ”Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada mereka yang sabar, (yaitu) mereka yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun.” (QS Albaqarah, ayat 155-156).

Menjelang hari lahirnya, selalu membuatku teringat detik-detik ketika melahirkannya dan seketika itu juga tak bisa lepas dari ingatanku detik-detik kepergiannya kembali pada sang Pemilik. Nak, kami – orang tuamu – senantiasa berdoa agar kau menjemput kami di babul jannah pada hari akhir kelak karena kau lahir dalam keadaan fitrah dan kau kembali masih dalam keadaan fitrah…..

Rasa syukurpun tak pernah berhenti hingga detik ini karena Allah masih mempercayakan 3 anak yang harus kami didik hingga menjadi muslim sejati.

~~~

Mengembalikan titipan Allah SWT

Your children are not your children.

They are the sons and daughters of Life’s longing for itself.

They come through you but not from you,

And though they are with you, yet they belong not to you.

You may give them your love but not your thoughts.

For they have their own thoughts.

You may house their bodies but not their souls,

………

(Khalil Gibran, penulis asal Lebanon dari bukunya Sang Nabi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s