POMG

Standard

oleh Nana Fadjar

Ada yang masih ingat tidak kepanjangan dari singkatan ini. Organisasi ini sudah ada sejak saya masih duduk di bangku SD 30 tahun silam. Semua sekolah milik pemerintah alias sekolah negeri memiliki organisasi ini. Entah apa kegiatannya saya tidak pernah tahu sampai sekarang tapi yang saya ingat selalu ada pertemuan yang dilakukan setiap menjelang awal dan akhir tahun ajaran. Ayah saya sering kali hadir namun kuingat pula tidak semua orang tua hadir pada pertemuan tersebut. Kata ayah memang sekolah lebih dulu menanyakan kesediaan para orang tua murid untuk menjadi pengurus organisasi tersebut.

Setelah memiliki anak usia sekolah dasar, kebetulan anak-anak saya sekolah di sekolah Islam swasta tempat saya mengajar, ada juga bentuk organisasi seperti POMG yang diberi nama Jamiyyah.

Pengurusnya dipilih 2 orang tua siswa sebagai perwakilan dari tiap kelas. Hampir di tiap kegiatan yang diselenggarakan sekolah, mereka para pengurus Jamiyyah akan dilibatkan. Misalkan ada kompetisi Calistung antar sekolah maka guru dan siswa yang dipilih ikut serta dalam kompetisi itu akan konsentrasi penuh berlatih agar dapat memenangkan kompetisi tersebut. Sementara para pengurus Jamiyyah akan menyiapkan konsumsi untuk guru dan peserta. Bahkan kalau kendaraan sekolah tidak dapat dipinjam maka pengurus jamiyyah akan sukarela menyediakan transportasi pribadi miliknya untuk mengantar lalu menjemput guru dan peserta ke lokasi kompetisi. Buat kami para guru keberadaan pengurus Jamiyyah sangat menguntungkan. Boleh dibilang mereka termasuk dalam tim sukses kegiatan sekolah.

Tadi sore pukul 18.00 harus menjemput anak lelaki saya di sekolah yang sedang mengikuti kompetisi sepak bola antar sekolah-sekolah International di Qatar. Kebetulan kompetisi berlangsung di sekolah anak saya jadi bisa melihat dia bertanding karena kebetulan pertandingan belum usai saat saya tiba di sekolah. Kalau pertandingan berlangsung di sekolah lain maka sekolah akan menyediakan kendaraan dari sekolah ke lokasi pertandinagan. Jadi kami orang tua siswa hanya menjemput di sekolah. Di barisan kursi penonton hanya ada dua orang ibu yang duduk sementara yang lainnya adalah para siswa dari sekolah lain yang menunggu giliran timnya bertanding. Tidak lama kemudian seorang dari mereka beranjak dari kursinya setelah anaknya menghampiri kemudian keluar dari barisan kursi penonton kembali ke rumah mereka.

Ketika masih di tanah air bila ada pertandingan antar sekolah seperti ini maka kursi penonton akan dipenuhi orang tua siswa peserta pertandingan. Para ibu akan siap memberi dukungan penyemangat bila anak mereka sedang bertanding di lapangan. Bila anak mereka belum bertanding mereka akan sibuk dengan menyodorkan makanan dan minuman bahkan sibuk mengelapkan handuk ke badan anak mereka yang berpeluh keringat. Bukan hanya itu mereka juga akan membuatkan kostum seragam untuk tim sekolah anak mereka beberapa hari sebelum jadwal pertandingan. Para ibu yang notabene pengurus Jamiyyah juga akan mengenakan baju seragam. Kalau dalam 1 tahun ajaran ada kegiatan sebanyak 8 kali maka seragam mereka pun akan sebanyak 8 potong !!!

Yang saya lihat pada kompetisi hari ini, para pemain hanya mengenakan kaos seragam olah raga yang selalu mereka kenakan di setiap pelajaran olah raga. Tidak pernah ada kostum ekstra untuk setiap pertandingan olah raga. Hanya saja sekolah memberi rompi tipis yang bertuliskan nama sekolah. Menurut anakku yang hampir setiap bulan mengikuti pertandingan olah raga, rompi itu selalu dipinjamkan kepada siswa baik itu pada lomba atlit, pertandingan sepak bola atau bola basket. Rompi tersebut tidak pernah diberikan siswa untuk dibawa pulang jadi hanya dikenakan pada saat bertanding. Guru akan mengambil kembali rompi tersebut usai pertandingan. Tidak ada persiapan khusus yang menyita waktu, tenaga dan dana bagi guru dan orang tua siswa. Tidak ada campur tangan orang tua siswa sama sekali dalam kegiatan sekolah apapun baik lomba debat, kompetisi Science, olah raga atau bazaar sekolah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s